Selasa, 20 Januari 2009

SAYUR PARÉ


Sayur Paré hm....yummy, padahal dulu aku benci makan sayur paré karena pahit. Tapi setelah merantau ke Jogja, aku heran kenapa mas-mas dan mbak-mbak disana pada doyan makan paré, akhirnya aku coba ternyata....wenaaakk...

Aku coba buat dirumah, tapi bedanya aku tidak memakai kikil dalam sayur paré ini, kalo pake kikil pasti tambah enak (duh...jadi inget oseng2 mercon kikil)

Oke inilah resep sayur Paré

Bahan:
- 2 buah paré muda, bersihkan dalamnya lalu iris tipis.
- 8 buah cabe rawit, rajang
- 5 bw merah, rajang
- 2 bw putih, rajang
- 1 butir telur
- 1 sdm gula pasir
- 1 genggam garam

MARI MASAK!

1. Campur irisan Paré dengan segenggam garam, lalu remas hingga lemas, cuci bersih dan tiriskan.



2. Tumis bw merah, bw putih dan cabe hingga harum,




lalu masukan paré masak sebentar




tambahkan telur, aduk telur dan paré hingga telur bergumpal-gumpal,





tambahkan gula masak sebentar.....angkat sajikan



Senin, 19 Januari 2009

SAUR a.k.a serundéng


Saur sama persis dengan serundéng, hanya di Bali disebut Saur. Kelapa parut dengan berbagai macam bumbu dan di goreng kering. Memiliki rasa pedas, asin, manis, biasanya disuguhkan pada menu Nasi Bali.

Mari kita lihat cara pembuatannya

Bahan:
- 1 buah kelapa
- 10 daun salam
- 2 jempol Laos, memarkan
- 1/2 cup minyak kelapa

Bahan dihaluskan:
- 3 bw putih rajang
- 10 bw merah rajang
- 2 kemiri rajang
- 3 cabe rawitrajang
- 1 sdt asem
- 1 sdm ketumbar
- 3 sdm gula Bali
- 1 sdm garam

Mari Masak!

1. Kupas kelapa dari kulit yg berwarna coklat hingga bersih



2. Parut Kelapa sisihkan



3. Letakan semua bumbu yg akan dihaluskan pada wadah blender,



tambahkan 1/2 cup air, lalu blender hingga halus selama 80 detik.



4. Campur menjadi satu bumbu halus, laos, daun salam dan kelapa parut.



5. Panaskan minyak kelapa



masukan adonan kelapa parut



goreng dengan cara terus diaduk



hingga berwarna kecoklatan dan garing seperti ini


Ampuuun.....lumayan butuh tenaga extra untuk mengaduk terus,
padahal kalo beli murah banget ga sepadan dengan tenaga yg dikeluarkan


6. Dinginkan dahulu sebelum dimasukan ke dalam wadah toples


7. Sajikan bersama nasi dan sambal tomat

Selasa, 13 Januari 2009

Sayur Trancam
















Di hari minggu sepulang dari Planet Hollywood, tancap gas sampe bukit, berkeliling negeri jimbarong untuk beberapa daun Bluntas dan kemangi.






















Cuma dapat segenggam bluntas di hutan belakang istana dan banyak daun kemangi, tapi lumayan deh untuk melepas rindu akan masakan Eyang Uti di Istana Krapak.


















Bahan bumbu halus:

- 10 cabe merah
- 1 bw putih
- 1/3 kelingking kencur
- 1/2 sdt terasi
- 2 daun jeruk
- garam secukupnya
















- 1/5 buah kelapa parut



Sayur mayur:
-
Kecambah
- Lamtoro














rajang:
- Daun bluntas
- Daun Kemangi
- Kacang panjang
- kol
- mentimun

















Mari memasak


1. Campur menjadi satu bumbu halus dan kelapa parut
















2. Tambahkan pada campuran rajangan sayuran, lamtoro dan kecambah lalu aduk rata
















3. Sajikan dalam keadaan segar bersama nasi hangat dan ikan asin.


















Sipp kan....?!


Selasa, 06 Januari 2009

00.00 JANUARI, 2009















Tahun baru yang aneh, batal ke Kuta gara2 minim pertamax dengan jalan By Pass yang aduhai macetnya dan beribu-ribu maaf pada Sobat penguasa simpang siur untuk tak kunjung datang.

Dan bersyukur atas undangan Mrs. Widy dan Mr. Jill untuk BBQ di Istananya yang indah bersama si Cantik Molly, Tuan Kimpli dan Tuan Agus hingga mendekati detik-detik 2009.












Mendaki hingga puncak bukit, melihat tepat jam 00.00 pulau Bali bercahaya kembang api diseluruh pesisir pantai,.....walau tahun baru 2009 tidak semeriah tahun baru 2008

Tapi semuanya harus disukuri, masih menghirup udara segar dan akan mengalami banyak keajaiban di tahun 2009.

Selamat Tahun Baru 2009
Semoga dipenuhi dengan kedamaian dan kemakmuran tiada tara yang merupakan anugerah dari Tuhan Yang Maha Keren

Sipplah...


THE ART of LAWAR














Tahun Baru, punya rencana membuat Lawar dan mengundang Keluarga Om Wawan makan bersama. Sudah lama banget ga makan lawar, terakhir semenjak Gung Kak Nik masih ada, sekarang si Gung Kak sudah happy di atas sana, ga ngurus masak-masak lagi.

Jadi inget makan lawar terburuk, pas acara anak2 Bali waktu aku masih kuliah di Jogja dulu, seumur2 tumben makan lawar berkuah minyak, tapi aku hargai niat baik buat acara ngelawar ala minyak.

Jadi sekarang Lawar yang aku buat adalah lawar resep turun temurun dari Gung Kak Nik, jadi rasa jauh lebih lezat dari lawar minyak...

Bahan

- 1 kg Kulit Babi / sapi
- 1/8 buah nangka muda, rebus lalu rajang kasar.
Rendam sambil diremas2, peras air hingga habis.

Sambal Embe















- bw merah goreng
- bw putih goreng
- cabe rajang goreng
- 1 limau belah dua

BASA GEDE

Semua bahan ini dirajang halus














- Laos
- Kencur
- Jahe
- Kunyit
- bw putih
- Kemiri
- Lada hitam
- daging kelapa dibakar, ambil kulit yg gosong lalu rajang halus
- santan kental dari sisa kelapa bakar

Cara: goreng semua bahan kecuali santan, tumis hingga harum lalu tambahkan santan, aduk hingga santan habis, sisihkan.


BASA PENYANGLUH














- Laos, rajang halus
- kencur, rajang halus
- bw putih, rajang halus
- kemiri, sangrai lalu dihaluskan

Cara: goreng semua bahan dengan sedikit minyak kelapa aseli, hingga setengah kering.


Dalam pembuatan lawar, bahan kulit akan dirajang.
Caranya kulit direbus hingga empuk, lalu potong memanjang
seperti di bawah ini














Lalu hilangkan bagian lemaknya















Tahap dibawah ini namanya NGELIBAR dimana kulit di iris tipis, gunakan pisau tipis yang sangat tajam untuk melakukan tahap ini















Tahap berikutnya adalah NGERAMAS, Irisan tipis kulit dirajang halus,
gunakan Blakas(Golok khas Bali untuk memasak, yg mempunyai nilai ergonomis dimana si pengguna tidak akan merasa sakit pada pergelangan tangan apabila menggunakan Blakas ini, karena PANDE pembuat blakas sudah memikirkan penggunaannya dengan anatomi tangan)















ENTEGAN

Entegan adalah daging yang dipanggang hingga semua sisi kecoklatan.
panggang daging pada wajan anti lengket, bersamaan bakar bw putih dan lombok besar.




















Setelah daging panggang matang, lalu rajang bersama bw putih dan lombok besar hingga halus















PENGADONAN LAWAR

1. Siapkan ramasan Kulit, tambahkan Entegan dan nangka rajang lalu campur rata














2. Tambahkan 3 sdm Basa Gede pada adonan ramasan, aduk rata














3. Tambahkan Basa Penyangluh dan tahap ini tambahkan garam dan gula secukupnya. aduk hingga bumbu merata.















4. Terakhir tambahkan bahan sambal Embe dan jeruk limau, aduk lagi hingga merata.
Guru yang paling ahli dalam rasa adalah mecicipi, jadi ketahuan deh... kurang garam atau sudah cukup garam.














Siap disajikan, dengan nasi hangat sambal embe, muluk goreng dan sate babi

Sippp!!!

















KUAH KOMOH

Kuah ini berasal dari perasan Entegan, caranya daging Entegan sudah dirajang halus, tambahkan air panas, aduk sebentar lalu saring daging lalu peras air daging hingga habis.
Daging yang sudah diperas digunakan bahan campuran lawar, dan air daging inilah inti dari KUAH KOMOH.

Tambahkan kaldu dengan sejumput sambal embe, 1 sdm basa gede dan 1sdm basa penyangluh, dan 1/2 perasan jeruk limau, siap disajikan.

















MULUK GORENG


Muluk adalah lemak sisa dari kulit, iris tipis tambahkan 1 sdm basa gede dan 2/3 sdm garam lalu uleni hingga bumbu dan muluk tercampur rata.















Tambahkan tepung kanji (bisa gunakan tepung Kobe atau mama suka atau sejenisnya) aduk merata














Goreng dengan minyak sedikit, karena yg digoreng adalah lemak maka minyak pasti akan bertambah dengan sendirinya.















Setelah berubah kecoklatan angkat tiriskan, biarkan dingin, baru masukan dalam wadah toples















Selamat mencoba,

Oh ya...tips yang benar dalam membuat lawar adalah ajak sedikit orang yang memang ahli dan punya niat untuk membuat Lawar daripada mengajak banyak orang yang terlalu sibuk mengoceh daripada bekerja dan berniat cuma makan saja.

Banyak atau sedikit bahan dalam membuat lawar akan memerlukan tenaga yang sama.